Rabu, 31 Juli 2013

puisi

Kesetiaan 
Hanya ini yang bisa ku berikan 
Bukan wajahku yang rupawan 
Bukan pula harta dan kekayaan 
Hanya sebuah kesetiaan yang ku persembahkan 
Aku bukan seorang raja 
yang memiliki tahta dan istana 
Ku hanya manusia biasa 
yang akan menyayangimu setulusnya 


Takdir Kita 
Aku mencintaimu 
Bukan karena engkau seorang bidadari 
Aku menyayangimu 
Bukan karena engkau seorang ratu 
Aku mencintaimu 
Karena takdir yang menuntunku 
Cinta ini bukan dari mata 
tetapi surga yang telah menentukannya 
 
 
CINTAKU JAUH DI PULAU

Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya

Di air yang tenang, di angin mendayu
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”

Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
 
 

DOA
 
kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

Tidak ada komentar:

Posting Komentar