Kesetiaan
Hanya ini yang bisa ku berikan
Bukan wajahku yang rupawan
Bukan pula harta dan kekayaan
Hanya sebuah kesetiaan yang ku persembahkan
Aku bukan seorang raja
yang memiliki tahta dan istana
Ku hanya manusia biasa
yang akan menyayangimu setulusnya
Takdir Kita
Aku mencintaimu
Bukan karena engkau seorang bidadari
Aku menyayangimu
Bukan karena engkau seorang ratu
Aku mencintaimu
Karena takdir yang menuntunku
Cinta ini bukan dari mata
tetapi surga yang telah menentukannya
CINTAKU JAUH DI PULAU
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya
Di air yang tenang, di angin mendayu
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
DOA
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
Tidak ada komentar:
Posting Komentar